HERI-Eeng, demikian dia sering dipanggil oleh sanak saudara dan kawan-kawan sekitar rumahnya. Dia menderita diabetes akut, sampai kakinya mengalami pembengkakan (ulcers).
Luka di kaki kiri itu tiga tahun yang lalu (2006) memaksanya untuk diamputasi tiga jari, yaitu ibujari, jari manis dan kelingkingnya. Setelah diamputasi, bukannya sembuh atau membaik, justru tambah parah. Mang Eeng menjadi tidak dapat kemana-mana. Jika terpaksa berjalan, maka dia harus menggunakan tongkat untuk menopang bagian kiri badannya. Lama-lama kulit betisnya mulai menghitam dan isinya menyusut. Praktis selama 3 tahun Mang Eeng hanya tinggal di rumah, tepatnya bilik sederhana.
Suatu ketika pengelola warung menyelenggarakan ‘icip-icip gratis melia propolis’ di suatu masjid yang kebetulan isteri pengelola masjid adalah ‘bibi jauh’ Mang Eeng. Dua bulan berlalu Mang Eeng ditemui oleh bibinya, dan mengadu: “Bik, saya ingin sekali mencoba Melia Propolis, tetapi ada nggak ya yang mau ngasih saya barang sebotol?” Bibinya yang merasa iba, lalu melaporkan kepada pemilik warung. Kebetulan waktu itu, produk sedang kosong. Maka satu-satunya botol propolis yang tersisa di warung, diserahkan kepada sang Bibi. Malam-malam ditengah hujan, Bibi itu mengantarkannya ke bilik Mang Eeng.
Mang Eeng segera mencobakannya. Dia minum 5 tetes, pagi-siang-malam dan mengoleskan secukupnya pada luka bekas amputasi yang tak kunjung kering dan membalurkan kesekitar luka yang kulitnya mulai menghitam. Setelah rajin menerapi diri sendiri selama 7 hari, pada waktu bangun pagi Mang Eeng merasa aneh. Kaki kirinya yang biasanya ‘berat’ terasa enteng. Dia mencoba menapakkan kaki kiri yang sudah hampir 3 tahun tidak pernah menapak, ternyata bisa. Dia coba jalan, meskipun tertatih, ternyata juga bisa. Bahkan tanpa bertelekan pada tongkat.
Beruntung waktu itu persediaan produk di warung sudah normal. Maka sebotol dua botol dia terima gratis dari produk “automaintain” bibinya. Pada waktu memberikan botol yang ketiga, bibinya merasa heran, karena Mang Eeng sudah mampu berjalan menyambut kedatangannya, tanpa tongkat lagi.
“Heri, maneh tos tiasa leumpang?”
“Atos Bi, hatur nuhun sekali, Bi… duuh, seandainya propolis ini saya tahu sebelum dipotong jari saya…”
“Aaah, sudahlah, yang penting kamu sudah membaik. Kalau gitu hari minggu nanti ikut bibi ya, kasih kesaksian di para member PT MNI..”
Ringkasnya, Mang Eeng jadi ikut bibinya memberikan kesaksian di suatu pertemuan member MNI di stokis Lenteng Agung. Foto diatas diambil oleh admin warung ketika Mang Eeng beristirahat di depan Toko Roti Soes Merdeka, Jl. Bangbarung Raya, Bogor. Dia merasa pusing karena baru kali itu dia keluar rumah dan langsung ikut naik mobil… tetapi senang memperoleh kesembuhan.
Anda berminat mencoba Melia Propolis? Silakan klik menu transaksi..!!!



