Pengunjung weblog www.propbiyang.com yang bahagia, di posting ini saya akan menyampaikan pengalaman atau pelajaran sangat berharga untuk anak saya, Adi, atas kejadian yang menimpanya. Entah mengapa hari Sabtu malam, 6 Maret 2010 yang lalu saya menyiapkan PROPOLIS hingga 3 botol di kulkas. Sampai-sampai isteriku bertanya dan tidak saya jawab, “Ngapain, Bapak buka tiga botol PROPOLIS ini?” Ya, pertanyaan itu tidak saya jawab, karena memang saya juga tidak tahu mengapa.
Ceritanya hari Minggu, 7 Maret 2010, isteri saya ada acara pelatihan untuk para member baru PT Melia Nature Indonesia untuk wilayah Bogor dan Tangerang, di Sawangan. Kebetulan yang di rumah cuma saya dan anak saya yang besar, Adi. Menjelang makan siang, saya menyiapkan penggorengan untuk menggoreng kentang dan “chicken nugget” untuk makan siang. Setelah kentang dan nugget matang, Adi menyiapkan 4 batang sosis goreng, dan langsung dimasukkan ke minyak panas. Kebetulan karena sudah lama tidak menggoreng-goreng sosis, saya lupa mengeratnya. Akibatnya sosis meletus menyipratkan minyak panas. Kebetulan pula cipratan minyak yang kedua kalinya mengenai wajah anak saya. Begitu Adi teriak kepanasan, spontan saya ambilkan PROPOLIS yang sudah siap terbuka di kulkas. Wajah saya tetesi propolis dan Adi meratakannya sambil merem. Sementara sosis yang tinggal dua batang di penggorengan meletus pula…
Dapat saya bayangkan betapa kekhawatiran yang dirasakan Adi. Takut luka kena minyak panas itu merusak wajahnya yang yaaa lumayan lah…:-). Dan seperti inilah wajah Adi setelah wajahnya dibasuh sampai 1/2 botol PROPOLIS.
Wajah Adi itu diolesi PROPOLIS tanpa perlakuan apa pun. Dan akibatnya sungguh luar biasa. Ketika dibasuh menjelang mandi sore, luka-luka itu mengelupas semua, sehingga menjadi terbuka tanpa melepuh. Luka-luka terbuka itu diolesi lagi PROPOLIS. Pokoknya begitu kering di oles lagi merata. Lima hari kemudian, luka-luka itu mengering dan menghitam. Kata Adi, sangat gatal dan ingin menggaruk. Tetapi saya larang. Pokoknya biarkan luka menghitam itu mengelupas sendiri, sebab kalau digaruk atau dipaksa dikupas, tentu akan berdarah dan akan meninggalkan bekas yang sulit hilang. Beruntung, bahwa keinginan untuk sembuh dengan wajah yang kembali bagus, mampu mengendalikan rasa ingin menggaruk luka itu.
Ya, seperti itulah kondisi wajah anak saya lima hari setelah kejadian. Perlu saya sampaikan selama itu, memang anak saya terpaksa mencari surat ijin sakit dari dokter, padahal dia sama sekali tidak ke dokter. Satu-satunya perlakuan untuknya adalah membesarkan hatinya, bahwa luka itu akan sembuh dan menanamkan kepercayaannya kepada PROPOLIS. Waktu lima hari, habis 2 botol PROPOLIS, jadi kira-kira hanya memerlukan biaya Rp 200,000 saja…!!! Dan ajaib sekali. Khasiat PROPOLIS untuk anti-inflammatory sangat luar biasa. Enam hari setelah kejadian luka itu mengelupas dan kondisi wajah anak saya sudah cukup lumayan, membuat dia sudah berani keluar mengantar ibunya ke Botani Square Bogor.
Tepat satu minggu (7 hari) wajah anak saya lebih bersih lagi. Bahkan ketika malamnya melakukan video-call dengan adiknya di Kanagawa Jepang lewat fasilitas SKYPE, sempat bergurau, bahwa wajahnya sekarang jadi lebih putih… jauh lebih putih lagi dibanding adiknya.
Saudara, saya benar-benar bersyukur. Pertama, entah mengapa saya menyiapkan 3 botol PROPOLIS dalam keadaan siap buka di kulkas, ternyata sangat menolong ketika anak saya terciprat minyak panas di wajahnya. Kedua, saya sangat bersyukur, bahwa PROPOLIS yang saya gunakan benar-benar berkhasiat, membuat kami sekeluarga semakin yakin dengan PROPOLIS seperti yang diwahyukan Allah SWT di al-Qur’an pada surat an-Nahl ayat 69. Inilah salah satu maksud bahwa zat yang keluar dari PERUT LEBAH (MADU) itu didalamnya ada penyembuhan bagi manusia. Benar-benar kami rasakan dan alami. Bukan karena cerita orang, tetapi kami rasakan sendiri.
Sekali lagi, hanya pemberian PROPOLIS itulah yang diterima Adi, anak saya. Tanpa tindakan medis lain bahkan tanpa konsultasi ke doktor. Selama penanganan dengan PROPOLIS itu Adi menghabiskan 3 botol PROPOLIS yang saya siapkan itu. Sehingga jika dihitung nilai uangnya dengan harga eceran non-member, maka luka di wajah anak saya itu hanya menghabiskan 3 x Rp 100,000 = Rp 300,000 saja. Sungguh biaya pengobatan yang sangat murah, bukan? Nah untuk selanjutnya perawatan wajah anak saya ditambah dengan MELIA BIYANG SPRAY. Untuk dioleskan merata ke wajah, menjadi 3 – 6 tetes PROPOLIS lalu disemprot 1 semprot MELIA BIYANG, diratakan baru diusapkan ke seluruh wajah. Satu botol MELIA BIYANG berisi kira-kira 140 semprot, harga eceran Rp 250,000. Mudah-mudahan tidak sampai 1 botol MELIA BIYANG bekas luka bakar di wajah Adi sudah menjadi baik. Paling tidak bekas luka itu menjadi sangat samar bekasnya. Hasil perlakuan pertama campuran PROPOLIS & MELIA BIYANG pada hari ke 9 adalah seperti foto ini.
Nah, saudara sekalian sekarang saya memberanikan diri menawarkan kepada ANDA semua untuk membuat PROPOLIS kami sebagai bahan untuk PERTOLONGAN PERTAMA ketika ada musibah yang menyebabkan luka fisik apa pun. Tidak hanya luka bakar (inflammatory) tetapi juga luka gores, lecet, bahkan lebih parah dari itu PROPOLIS juga manjur untuk menyembuhkan GANRENE karena DIABET. Selain PROPOLIS, MELIA BIYANG juga perlu Anda siapkan sebagai bagian dari Perlengkapan di almari obat keluarga Anda.
Kedua produk itu dipasarkan dengan harga sama, Rp 550,000 satu paket. Satu paket propolis berisi 7 botol @ 6 ml, sedang satu paket Melia Biyang berisi 4 botol @ 15 ml. Pembelian pertama perlu ditambah uang pendaftaran sebagai member Rp 30,000.
Bagaimana cara memperolehnya? Anda dapat memperolehnya dengan mengirimkan e-mail ke mnidramaga@yahoo.com atau denggleng@yahoo.com. Dapat pula Anda pesan dengan SMS ke 0819-31101719. Untuk lebih jelasnya silakan klik: http://propbiyang.com/wp02/?page_id=394
Kami tunggu pemesanan Anda semua, dan kesehatan serta kesejahteraan adalah janji PT Melia Nature Indonesia kepada seluruh member (distributor) yang bersedia aktif menjalankan bisnisnya dengan cara yang sesuai sistem yang sudah disediakan. Salam sukses dari Bogor.









